Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Kapanewon Bantul
Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Kapanewon
Bantul menunjukkan progres yang sangat positif dan melampaui target nasional
yang ditetapkan oleh Perpres 72 Tahun 2021 (14% di 2024).
Capaian Kunci: Per Februari
2025, Kapanewon Bantul mencatat prevalensi Balita stunting sebesar 8,13%
(226 kasus absolut), yang jauh di bawah target Kabupaten Bantul (14% di 2024
dan 12% di 2025). Meskipun demikian, angka ini sedikit lebih tinggi dari
rata-rata prevalensi Kabupaten Bantul (7,91%), menunjukkan perlunya penajaman
intervensi.
Faktor Penentu Keberhasilan
(Konvergensi Lintas Sektor): Keberhasilan ini didukung oleh sinergi
kelembagaan yang kuat dari tingkat Kapanewon hingga Kalurahan, yang dievaluasi
melalui kinerja:
1.
TPPS Kalurahan: Wajib melaksanakan Rembuk
Stunting minimal setahun sekali untuk penetapan program dan anggaran, serta
memfasilitasi Tim Pendamping Keluarga (TPK).
2.
Kader Pembangunan Manusia (KPM): Berperan
sentral sebagai "Data Guardian" dan fasilitator. Kinerja KPM
diukur dari ketepatan dan cakupan input data layanan intervensi ke aplikasi
e-HDW, dengan target minimal 75% dari total sasaran.
3. Kapanewon
(Camat): Berfungsi sebagai "Quality Control" dan "Integrator".
Camat wajib mengawasi perencanaan (alokasi Dana Desa untuk P3S) dan kualitas
intervensi di lapangan (proyek fisik dan PMT lokal).
Rekomendasi Tindak Lanjut: Untuk
mempertahankan tren positif dan mencapai angka ideal, Kapanewon Bantul
direkomendasikan untuk fokus pada empat area utama:
1.
Penguatan Aksi Konvergensi: Memastikan delapan
Aksi Konvergensi P3S dilaksanakan secara lengkap oleh semua Kalurahan.
2.
Peningkatan Mutu Data: Memperkuat KPM dalam
konsolidasi dan input data e-HDW secara rutin untuk Rujukan Cepat kasus
stunting.
3.
Anggaran Berbasis Data: Memastikan alokasi Dana
Desa (APBKal) diprioritaskan untuk Kalurahan dengan kasus stunting tertinggi
atau cakupan layanan terendah.
4. Fokus
Pencegahan Baru: Mendorong program spesifik (misalnya gerakan anti-anemia
pra-nikah) untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.
Kesimpulan: Evaluasi rutin (Monitoring 4x dan Evaluasi 2x setahun) menjadi kunci utama untuk memastikan program P3S Kapanewon Bantul tetap holistik, terintegrasi, berkualitas, dan berdampak nyata dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Mantab
BalasHapus